More ▼

Penggunaan Teknik Topografi Untuk Dunia Tambang

Pengukuran topografi terkait erat pada setiap pekerjaan teknis yang berhubungan dengan pembangunan fisik / infrastruktur, karena data topografi merupakan data awal yang dapat menentukan baik dan tidaknya, efisien dan tidaknya suatu pembangunan. Dengan data ini, segala macam model atau denah bangunan dirancang dan mampu menghitung semua biaya yang diperlukan bagi pembangunan itu sendiri secara presisi. Data topografi ini dapat dihasilkan dengan beberapa metoda, diantaranya menggunakan foto udara, lidar, dan terestris.

 Jika dipandang dari sudut ketelitian, terestris merupakan metoda topografi yang paling teliti namun memiliki cakupan yang sangat terbatas dan waktu pengerjaan yang lama. Dalam metode teritris ini, semua pekerjaan pengukuran topografi dilakukan di lapangan dengan menggunakan peralatan ukur seperti theodolit/ waterpass / alat ukur jarak, serta peralatan modern lainnya (GPS, total station, dll). 

Pengukuran topografi adalah pengukuran posisi dan ketinggian titik-titik kerangka pemetaan serta pengukuran detail topografi, sehingga dapat digambarkan di atas bidang datar dalam skala tertentu. Yang dimaksud dengan kerangka pemetaan adalah jaringan titik kontrol (x,y) dan (h) yang akan digunakan sebagai referensi pengukuran dan titik kontrol pengukuran.